SAMARINDA – Peta persaingan menuju kursi kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026–2030 mulai mengerucut. Anderiy Syachrum, yang dikenal luas sebagai manajer klub sepak bola Borneo FC, mendapat suntikan dukungan signifikan dari sejumlah pengurus KONI daerah di Kaltim.
Sinyal dukungan kuat tersebut salah satunya datang dari Ketua KONI Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rudi Hartono. Dalam pertemuan di Hotel Puri Senyiur, Rabu (28/4/2026) malam, Rudi menegaskan bahwa figur yang akrab disapa Andre tersebut merupakan sosok yang paling relevan untuk menjawab tantangan prestasi olahraga di “Benua Etam”.
“Andre memiliki modalitas yang lengkap, mulai dari pengalaman manajerial di klub profesional hingga jaringan yang luas di industri olahraga. Kapasitas ini krusial untuk membawa KONI Kaltim ke arah yang lebih kompetitif,” ujar Rudi.
Dalam peta jalan yang diusungnya, Andre menekankan pada restrukturisasi sistem pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memutus rantai pembinaan yang sporadis dan menggantinya dengan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari pencarian bakat di akar rumput hingga pendampingan atlet elite.
Target jangka pendek yang dibidik adalah optimalisasi persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Andre berambisi mengembalikan dominasi Kalimantan Timur di kancah nasional melalui pendekatan sport science dan tata kelola organisasi yang transparan.
“Pembinaan tidak boleh berjalan di tempat. Harus ada sinergi antara pemerintah, pengurus cabang olahraga, dan sektor swasta. Kita ingin atlet Kaltim tidak hanya berbicara di level daerah, tetapi menjadi tulang punggung Indonesia di kancah internasional,” tutur Andre.
Dukungan terhadap Andre dilaporkan kian meluas. Selain Kutim, sinyal positif juga datang dari gerbong pengurus KONI di beberapa wilayah strategis seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Paser, Berau, hingga Penajam Paser Utara.
Keunggulan Andre di mata para pemangku kepentingan terletak pada latar belakangnya sebagai mantan atlet. Hal ini dinilai memberikan perspektif yang lebih empatik terhadap kebutuhan dasar atlet dan pelatih di lapangan.
KONI daerah berharap, momentum pemilihan ketua umum ini menjadi titik balik bagi kebangkitan prestasi Kalimantan Timur, terutama dalam menghadapi agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Kolaborasi dan kematangan manajerial Andre diharapkan mampu merangkul seluruh kepentingan cabang olahraga demi satu tujuan: kejayaan olahraga Kalimantan Timur.(Ltr1)

