SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Bhayangkara Run 5K gelaran Polres Kutim menggandeng Sangattaplayon bagian dari Indorunners yang berlangsung di halaman Mapolres Kutim, Minggu (28/6/2026) pagi. Ardiansyah menilai ajang ini menjadi ruang krusial bagi para atlet daerah untuk mengasah kemampuan mereka.

Menurut Ardiansyah, rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara tahun ini memberikan banyak kesempatan bagi para atlet untuk unjuk gigi melalui berbagai perlombaan, baik yang bersifat olahraga tradisional maupun olahraga prestasi. Ia mencatat bahwa para pelari yang mendominasi kategori pelajar dan umum di rute 5K kali ini merupakan aset potensial daerah.

“Hari ini yang 5 kilometer ternyata juga rata-rata, baik yang pelajar maupun yang umum, itu mereka yang memang memiliki potensi. Dan itu adalah atlet Porprov kita dari pelajar,” ujar Ardiansyah saat diwawancarai.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemkab Kutim ini menjelaskan bahwa kompetisi lari garapan Polres Kutim ini berfungsi sebagai wadah uji coba (try out) awal bagi para atlet. Pemkab Kutim sendiri telah menyiapkan rangkaian agenda lanjutan untuk terus mematangkan kesiapan fisik para pelari lokal sebelum terjun ke kompetisi yang lebih besar.

“Ini ajang uji coba lagi. Nanti September ada lagi uji coba yakni Sangatta Festival Run, itu mempertandingkan kategori 5K dan 10K,” tambahnya.

Tak tanggung-tanggung, Ardiansyah membeberkan rencana besar Pemkab Kutim untuk menaikkan skala event lari di Sangatta pada tahun depan. Pihaknya berencana membuka kompetisi secara lebih luas hingga tingkat nasional, bahkan internasional, dengan jarak rute yang jauh lebih menantang.

“Nah, nanti di tahun depan itu kita akan buka seluas-luasnya, itu mungkin skala nasional dan mungkin lebih dari itu. Ada kategori 21 kilometer (Half Marathon) di tahun depan nanti,” ungkapnya memproyeksikan agenda olahraga tahun depan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyambut positif antusiasme para peserta yang datang dari luar daerah, seperti Kota Bontang dan wilayah sekitar lainnya. Kehadiran pelari luar daerah dinilai sukses meningkatkan atmosfer kompetisi bagi atlet lokal Kutim.

“Iya, tadi ada dari Bontang, ada juga dari daerah lain, luar biasa. Terima kasih kepada (Polres Kutim) yang memberikan kesempatan kepada atlet kita untuk mengasah kemampuannya, ini luar biasa,” pungkas Ardiansyah.(kopi5/kopi13/Ltr1)