SANGATTA — Sukses menyedot perhatian publik, ajang Bhayangkara Run 5K resmi menjadi salah satu panggung olahraga paling spektakuler di kawasan Bukit Pelangi, Minggu (28/6/2026) pagi. Gelaran yang diinisiasi oleh Polres Kutai Timur (Kutim) menggandeng Sangattaplayon menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara ini dinilai menjadi bukti nyata harmonisnya hubungan lintas sektoral di Kutim.

Mewakili Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas antusiasme luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan data kepanitiaan, terdapat 659 peserta yang terdaftar resmi melalui sistem pendaftaran daring (online) menggunakan Google Form. Namun, pada saat pelaksanaan, total massa yang melebur di jalur lari diperkirakan menembus angka 850 orang berkat bergabungnya berbagai komunitas lari lokal.

“Momen Hari Bhayangkara tahun ini mengusung tema ’80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat’. Kemeriahan hari ini adalah bukti nyata bahwa hubungan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, stakeholder, serta seluruh lapisan masyarakat kita terjalin sangat harmonis dan baik sekali,” ujar Kompol Ahmad Abdullah seusai menyelesaikan rute lari.

Menurut Ahmad Abdullah, tingginya partisipasi masyarakat dalam event berbayar ini yakni Rp 75.000 untuk kategori pelajar dan Rp 150.000 untuk kategori umum menunjukkan indikator positif bagi perkembangan olahraga di Kutim. Setiap peserta terdaftar sendiri telah difasilitasi dengan jersey eksklusif Bhayangkara Run, nomor dada (BIB number), medali, hingga refreshment.

“Melihat skema yang berbayar saja antusiasmenya setinggi ini, ini sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa olahraga, khususnya lari, bukan lagi sekadar hobi musiman, melainkan sudah bertransformasi menjadi sebuah kebutuhan hidup dan habit (kebiasaan) yang baik di tengah masyarakat,” tambahnya.

Meski klasifikasi peserta hanya dibagi ke dalam kategori Pelajar dan Umum tanpa syarat khusus, tensi kompetisi tetap terasa tinggi. Mengingat sistem pendaftaran dibuka secara daring, ajang ini secara alamiah berubah menjadi kompetisi semi-terbuka (open) yang menarik minat para pelari cepat dari luar daerah. Terbukti, beberapa posisi podium utama berhasil disabet oleh pelari tangguh yang datang jauh-jauh dari Kota Balikpapan, Bontang dan Samarinda.

Ahmad Abdullah juga membeberkan bahwa agenda Bhayangkara Run ini merupakan event resmi ketiga yang pernah digelar oleh Polres Kutim, setelah sebelumnya sukses mengemas dua kali agenda serupa bertajuk Polres Kutim Fun Run.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal dan mengembangkan tren positif ini, terlebih Pemkab Kutim juga dijadwalkan bakal menggelar festival lari serupa yang berskala daerah pada September 2026 dan di 2027 event level nasional.(kopi10/kopi13/Ltr1)