SANGATTA – Agenda Sosialisasi Hasil Pemetaan Sosial dan Konsultasi Publik Rancangan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Ithaca Resources Group sukses digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Rabu (24/6/2026) kemarin. Acara ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan cetak biru tanggung jawab sosial perusahaan dengan arah pembangunan daerah.
PT Ithaca Resources (meliputi PT KNC, SNC, BNK, NWC, EPN, dan NKC) menggandeng tim ahli dari Social Investment Indonesia (SII) untuk membedah data riil hasil pemetaan sosial (social mapping) yang telah rampung dilaksanakan di 38 desa dan 9 kecamatan di wilayah Kutim.
Pemaparan hasil temuan lapangan disampaikan langsung oleh Direktur SII, Fajar Kurniawan. Ia membeberkan kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat yang berada di sepanjang koridor operasional perusahaan mulai dari wilayah tambang di Kecamatan Busang, jalur hauling, fasilitas pengolahan (processing plant), hingga area pelabuhan di Desa Sekerat.

Berdasarkan analisis data sekunder dan primer di lapangan, Fajar Kurniawan merumuskan sejumlah rekomendasi strategis program PPM yang menyasar pada tiga klaster keinginan utama masyarakat yaitu kesehatan komunitas dengan intervensi aktif pada peningkatan gizi masyarakat untuk menekan angka stunting, serta program sanitasi guna menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih. Kedua, kemandirian ekonomi lewat pengembangan kapasitas ekonomi lokal yang selaras dengan potensi agraria daerah (seperti komoditas pisang, nanas, lada, dan sawit) agar masyarakat siap menghadapi fase pascatambang. Kemudian ketiga dengan peningkatan kualitas SDM, mempersiapkan daya saing tenaga kerja lokal melalui pendidikan dan pelatihan terstruktur, mengingat PT Ithaca saat ini masih dalam fase konstruksi dan dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan.
Selain memaparkan data rekomendasi, Fajar Kurniawan juga bertindak sebagai moderator dalam sesi diskusi publik. Ia memfasilitasi dialog dinamis antara perwakilan manajemen PT Ithaca Resources, jajaran kepala dinas, para camat, hingga puluhan kepala desa yang hadir guna menyaring ulang orisinalitas kebutuhan di tiap wilayah dan memastikan tidak adanya tumpang tindih (overlapping) program.
“Kami berkomitmen untuk berkontribusi nyata pada indeks pembangunan manusia (IPM). Melalui konsultasi publik ini, kementerian ESDM mengarahkan agar ada konsolidasi dan sinkronisasi ketat dengan RPJMD maupun flagship program Kabupaten Kutai Timur,” ujar Dian Oktavia, perwakilan manajemen PT Ithaca Resources.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyambut hangat inisiatif korporasi ini. Ia menyebut Kutim sebagai magic lamp karena kekayaan tambang dan sektor pertaniannya bisa hidup berdampingan. Namun, Bupati mengingatkan agar eksploitasi alam tetap menjaga keutuhan lingkungan, terlebih Kutim tengah mengupayakan pengakuan global untuk Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melalui UNESCO.
Bupati mengapresiasi PT Ithaca yang secara mandiri mengajukan proposal konsultasi publik ini dan meminta perusahaan lain meniru langkah serupa dengan mengedepankan koordinasi di wilayah Ring 1, 2, dan 3.
Senada dengan hal itu, Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan, menyatakan kekagumannya atas langkah penetrasi awal yang diambil PT Ithaca Resources.
“Posisinya mereka belum berproduksi, baru mau jalan tahun depan, tapi komitmen kolaborasinya dengan Pemda sudah luar biasa. Ke depan, Bappeda selaku sekretariat Forum TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) akan membuka data program pembangunan apa saja yang belum tercaver oleh APBD agar bisa diisi oleh program PPM dari pihak swasta,” jelas Januar.
Untuk memaksimalkan keterpaduan ini, Pemkab Kutim berencana menggelar forum khusus bersama seluruh pimpinan perusahaan di Kutim dalam waktu dekat demi membangun kesepahaman satu pintu yang terintergrasi dengan Musrenbang dan RKPD daerah.(Ltr5)

