SANGATTA – Pelantikan Pengurus National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) digelar di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (6/6/2026). Ketua NPCI) Kalimantan Timur, Suharyanto melantik kepengurusan baru ini disaksikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dispora Basuki Isnawan dan sejumlah undangan yang hadir. Sebagai ketua terpilih NPCI Kutim yakni Muhammad Jibril.
Usai melantik, Suharyanto menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru NPCI Kabupaten Kutim masa bakti 2026–2031 bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah pengabdian dan tanggung jawab besar untuk membangun organisasi yang kuat, profesional, serta melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi.
“Sebagai wadah perjuangan dan pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas, pengurus baru NPCI Kutim diharapkan mampu menghadirkan program-program nyata,” urainya.
Suharyanto menekankan pentingnya memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, serta menjalin sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya percaya bahwa Kutai Timur memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet disabilitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Suharyanto dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga menyoroti salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam pembinaan olahraga disabilitas saat ini, yaitu belum tersedianya data yang terintegrasi secara optimal dari tingkat daerah (kabupaten/kota), provinsi, hingga tingkat pusat. Dampaknya, proses pembinaan, pengembangan prestasi, serta pemberian dukungan terhadap atlet dan pelatih seringkali menjadi kurang maksimal.
Guna mengatasi persoalan ini, NPCI Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh terhadap program digitalisasi melalui integrasi data atlet, pelatih, dan tenaga keolahragaan. Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Kejaksaan Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, yang menginisiasi program “Jaksa Garda Inklusi” (Jagain).
Program Jagain yang saat ini sedang dibangun oleh NPCI Indonesia Pusat diharapkan dapat memastikan seluruh potensi olahraga disabilitas di Kalimantan Timur tercatat dengan baik, dibina secara optimal, dan diarahkan untuk meraih prestasi yang membanggakan daerah serta bangsa.
Menutup sambutannya, Suharyanto mengingatkan bahwa dalam waktu dekat NPCI akan menghadapi berbagai agenda besar, termasuk pelaksanaan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Timur dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera bergerak cepat melakukan pendataan atlet dan memperkuat pembinaan cabang olahraga.
Suharyanto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan kepada NPCI. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral dan fasilitas bagi atlet penyandang disabilitas.
“Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, melainkan sebuah motivasi untuk membuktikan kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Mari kita bersama-sama membangun olahraga disabilitas yang lebih maju, berprestasi, dan bermartabat, demi mewujudkan Kalimantan Timur yang inklusif dan berkeadilan bagi semua,” pungkasnya.(kopi13/Ltr1)

