SANGATTA – Belum genap satu bulan diperbaiki, Jembatan Sangkima yang menghubungkan Sangatta dan Bontang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, kembali mengalami kerusakan. Kondisi ini memperpanjang catatan masalah infrastruktur pada jalur logistik utama di wilayah tersebut, sekaligus memicu kekhawatiran warga akan keselamatan berkendara.

Kerusakan berupa lubang di lantai jembatan mulai terdeteksi warga sejak Kamis (7/5/2026). Mengingat vitalnya peran jembatan ini sebagai urat nadi mobilisasi warga dan distribusi logistik antarwilayah, kemunculan lubang tersebut langsung memicu keluhan di kalangan pengguna jalan.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, mengonfirmasi adanya kerusakan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa titik kerusakan saat ini berbeda dengan lokasi yang baru saja diperbaiki bulan lalu.

“Lubang yang muncul berada di titik yang berbeda. Saat ini, tim di lapangan tengah mengupayakan langkah perbaikan,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek agar arus lalu lintas tidak terputus, BPJN Kaltim telah mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara. Lubang di badan jembatan kini ditutup menggunakan pelat baja.

“Hari ini kami pasang pelat baja terlebih dahulu sebagai penanganan darurat agar lalu lintas kembali normal,” tambah Yudi.

Meski demikian, langkah ini dinilai publik hanya sebagai solusi sementara. Kerusakan yang berulang di area yang berdekatan mengindikasikan adanya tekanan beban yang berat atau kondisi struktur yang mulai jenuh.

Harapan warga untuk melihat perbaikan struktur jembatan secara menyeluruh nampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Yudi mengungkapkan bahwa kendala utama dalam melakukan renovasi total adalah keterbatasan ketersediaan dana.

Untuk saat ini, BPJN hanya berkomitmen melakukan pemeliharaan rutin guna menjaga aspek keselamatan. Sejauh ini, otoritas terkait belum mengeluarkan kebijakan pembatasan beban kendaraan, meskipun jalur tersebut kerap dilalui armada angkutan berat. Pengendara diimbau untuk tetap waspada dan mengurangi kecepatan saat melintasi Jembatan Sangkima.

Berulangnya kerusakan di jalur nasional ini menjadi potret tantangan besar pemeliharaan infrastruktur di Kalimantan Timur. Di tengah tingginya volume kendaraan berat, ketangguhan infrastruktur jalan nasional kini kian diuji.(Ltr1)