BENGALON – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meninjau langsung kesiapan proyek pembangunan jalan nasional ruas Simpang Perdau-Batu Ampar di Kecamatan Bengalon, Senin (4/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas fisik dan fasilitas penunjang jalan strategis tersebut sebelum resmi dioperasikan bagi masyarakat luas.

Proyek infrastruktur jalan pengalihan permanen ini merupakan hasil kerja sama dengan sektor swasta, yakni dibangun oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Adapun pengerjaan teknis di lapangan dipercayakan kepada PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana. Dalam peninjauan tersebut, perwakilan pelaksana proyek dari PT Wijaya Karya (Wika), Jamal, memaparkan bahwa pembangunan jalur ini memiliki total panjang trase 22,05 kilometer. Proyek ini terdiri dari jalan pengalih sementara sepanjang 3,45 kilometer dan jalan utama permanen sepanjang 18,6 kilometer.

Konstruksi jalan permanen pada ruas ini menerapkan kombinasi teknologi mutakhir untuk menjamin ketahanan infrastruktur. Jamal menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) sepanjang 12,85 kilometer serta teknologi cakar ayam modifikasi seluas 5,35 kilometer.

Selain badan jalan, proyek ini dilengkapi dengan struktur Jembatan Kanguru sepanjang 40 meter yang menggunakan teknologi PCI Girder. Struktur ini dirancang khusus untuk mampu menahan beban kendaraan berat, terutama angkutan hasil tambang dan perkebunan yang intensitasnya cukup tinggi di kawasan tersebut.

Stabilitas pinggir jalan juga diperkuat dengan beton bahu jalan berkekuatan tinggi (Fc’20 MPa) serta sistem drainase menggunakan saluran Uditch dan saluran alami untuk mencegah kerusakan akibat genangan air.

Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi atas kualitas pengerjaan yang dinilai telah memenuhi standar jalan nasional. Namun, ia memberikan sejumlah catatan teknis yang harus segera disempurnakan sebelum peresmian.

“Saya menyoroti kemiringan jalan, karena ini sangat penting untuk memastikan air tidak menggenang dan merusak badan jalan,” tegas Ardiansyah.

Selain masalah drainase, Bupati menekankan perlunya kelengkapan fasilitas keselamatan.

“Pelaksana proyek segera melengkapi rambu-rambu lalu lintas, khususnya peringatan tanjakan di titik-titik rawan, guna menjamin keamanan para pengguna jalan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kutim berharap pengoperasian jalur ini nantinya dapat memperlancar konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di sektor industri dan perkebunan.(kopi14/kopi13/Ltr1)