BALIKPAPAN – Sebagai upaya nyata dalam pelestarian lingkungan sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim global, Kodam VI/Mulawarman melakukan aksi penanaman pohon endemik Kalimantan secara massal diikuti jajaran Korem, Kodim hingga Koramil serentak. Kegiatan ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan melalui pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Pusat kegiatan dilaksanakan di lahan Integrated Farming System (IFS) Kodam VI/Mulawarman Transad, Balikpapan. Sementara di Kutim, Kodim 0909/KTM melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan Telaga Batu Arang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Senin (4/5/2026) yang diikuti Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto dan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyatakan bahwa sebanyak 10.100 batang pohon ulin telah ditanam sebagai bentuk komitmen TNI Angkatan Darat dalam menjaga kelestarian pohon yang menjadi ikon kayu Kalimantan tersebut.

“Kita semua menyadari bahwa tantangan perubahan iklim global, kerusakan hutan, lahan, dan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini semakin meningkat. Kondisi ini tentunya akan mempunyai dampak yang lebih luas, yaitu terjadinya ketidakseimbangan ekosistem,” ujar Pangdam dalam sambutannya.

Aksi penghijauan ini tidak hanya difokuskan pada penanaman pohon di area terbuka, tetapi juga menyasar lahan-lahan kritis, lahan tidur, dan lahan pascatambang di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Langkah strategis ini sejalan dengan program “TNI AD Menyatu dengan Alam”.

Pangdam menegaskan bahwa peran TNI kini tidak hanya terbatas pada menjaga kedaulatan negara, tetapi juga aktif terlibat dalam pemulihan ekosistem demi keberlangsungan hidup masyarakat dan bangsa.

“Kegiatan penanaman sejuta pohon lebih ini dilaksanakan sepanjang tahun di seluruh jajaran Kodam VI/Mulawarman. Ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam memperbaiki lingkungan serta mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Selain penanaman pohon ulin, kegiatan yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah ini juga mencakup penanaman pohon jenis kayu keras lainnya serta pohon buah-buahan. Upaya pemulihan ekosistem ini pun diperkuat dengan aksi pelepasan satwa dan penebaran benih ikan ke alam bebas.

Tercatat sebanyak 4.100 satwa dan 20.000 ekor ikan dilepaskan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati.

Di akhir sambutannya, Pangdam VI/Mulawarman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap langkah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Untuk diketahui dalam siaran pers, Ketua Tim MURI, Awang Raharjo, menyatakan kekagumannya atas pencapaian superlatif ini. MURI mencatat penanaman sejuta tanaman hutan ini sebagai yang terbanyak di Indonesia, mencakup wilayah Korem 091/Aji Surya Natakesuma dan Korem 092/Maharajalila dengan total luas lahan mencapai 144,5 hektare.

“Museum Rekor Dunia Indonesia mencatat prestasi luar biasa ini, khususnya atensi terhadap tanaman endemik nusantara dengan penanaman 10.100 bibit pohon Ulin. Ini adalah visi misi yang luar biasa dari Mayjen TNI Krido Pramono dalam membawa TNI semakin berjaya dan memberi manfaat nyata bagi bangsa,” kata Awang Raharjo.

Melalui momentum ini, Kodam VI/Mulawarman membuktikan bahwa sinergi antara pertahanan negara dan pemulihan lingkungan dapat berjalan beriringan demi keseimbangan ekosistem nasional.(kopi13/Ltr1)