SANGATTA – Arena kompetisi Arm Wrestling (gulat tangan/panco) se-Kalimantan Timur (Kaltim) yang dipusatkan di Kutai Timur (Kutim) kembali memanas. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, secara langsung membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arm Wrestling 2025 di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Minggu (14/12/2025) pagi. Pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri oleh 105 atlet panco yang datang dari berbagai penjuru Kaltim.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Basuki Isnawan, Wakapolres Kompol Ahmad Abdullah, Perwakilan Lanal Kutim Tri, dan Ketua Ikatan Sports Panco Indonesia (ISPF) Kaltim Junaidi, bersama tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa event ini merupakan “Keniscayaan Olahraga.” Menurutnya, setiap kegiatan keolahragaan harus digaungkan dengan slogan “Jaya Guna” sebagai upaya mewujudkan masa depan olahraga yang lebih gemilang.
“Kita patut berbangga, sebelumnya kita sudah sukses menggelar Arm Wrestling Internasional di tahun 2024 lalu. Kejurprov ini merupakan langkah lanjutan untuk memompa semangat juang para atlet agar capaian prestasinya terus meningkat,” tutur Bupati Ardiansyah, yang disambut antusiasme hadirin.
Ia menambahkan, Kejurprov ini memiliki fungsi ganda.
“Selain sebagai ajang pembuktian kekuatan, event ini juga menjadi sarana pengembangan olahraga panco di Kutim dan Kaltim, sekaligus memasyarakatkan olahraga adu kekuatan lengan ini,” tegas Bupati.
Ketua Panitia, Andre Winarta, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati yang dinantikan oleh seluruh panitia. Ia menjelaskan bahwa persiapan kepanitiaan sudah berjalan sejak Bulan Juni.
“Kejurprov ini, atlet-atlet terbaik Kaltim dapat termotivasi untuk berlaga dengan semangat membara, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga hingga kancah internasional,” singkatnya.
Senada dengan Ketua Panitia, Ketua Umum ISPF Kaltim, Egi Junaidi, berharap Kejurprov ini menjadi pusat pembinaan dan pencarian talenta.
“Kami yakin, dari Kejurprov ini akan lahir lebih banyak atlet yang mampu mengukir prestasi gemilang di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional di masa mendatang,” tandasnya.
Sementara itu, Kadispora Basuki Isnawan mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja panitia.
“Kejuaraan ini dapat menjadi “Role Model” bagi daerah lain dan tentunya dampak positif kegiatan ini terhadap sektor ekonomi lokal yakni menggerakkan perekonomian, warga lokal diuntungkan, dan tingkat hunian hotel juga meningkat signifikan, terutama dengan kedatangan para atlet di Kutim,” jelasnya.
Kemeriahan pembukaan Kejurprov Arm Wrestling 2025 di Kutim semakin disemarakkan dengan tarian memukau dari 8 penari Organisasi Peribumi Entertainment. Dukungan penuh dari Pemkab dan tingginya antusiasme atlet Kaltim menandakan kuatnya komitmen untuk memajukan olahraga panco dan meningkatkan prestasi daerah.(kopi7/kopi13/Ltr1)

