SANGATTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dituntut bertransformasi menjadi jembatan strategis bagi pengusaha dan pelaku UMKM lokal di tengah derasnya arus investasi. Kesiapan daya saing kontraktor daerah menjadi kunci utama agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi wilayah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Angga Redi Niata, salah satu bakal calon Ketua Kadin Kutim periode 2026-2031, saat memaparkan visi misinya usai mengembalikan formulir pendaftaran di Sekretariat Kadin Kutim Jalan H Masdar, Rabu (29/4/2026). Angga menilai, tahun depan di 2027 akan menjadi momentum krusial seiring dengan diprediksinya peningkatan investasi luar yang masuk ke berbagai kecamatan di Kutim.
“Ini adalah tantangan sekaligus peluang. Pengusaha lokal, kontraktor, hingga UMKM bermuatan lokal dituntut untuk berdaya saing. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu. Kadin harus hadir memfasilitasi agar pengusaha daerah mampu bersaing dengan kontraktor nasional maupun internasional,” ujar Angga dalam siaran pers kepada wartawan.
Menurut Angga, penguatan ekonomi daerah sangat bergantung pada seberapa besar keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek-proyek investasi di Kutim. Jika sinergi ini berjalan baik, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pemilik modal besar, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah.
Meski fokus pada pemberdayaan lokal, Angga menyatakan tetap terbuka terhadap kolaborasi dengan pengusaha dari luar daerah.
“Kami menyadari adanya keterbatasan. Dengan skala investasi yang sangat besar di Kutim, kerja sama dengan pihak luar tetap diperlukan sebagai proses pembelajaran bagi pengusaha lokal untuk mengukur dan meningkatkan kapasitas diri,” tambahnya.
Selain isu ekonomi, Angga juga menyoroti pentingnya profesionalisme internal organisasi. Sebagai Wakil Ketua Kadin Kutim saat ini, ia menyayangkan kondisi organisasi yang dinilai kurang bergairah akibat ketiadaan sekretariat tetap. Hal ini, menurutnya, menghambat koordinasi dan komunikasi antar-pengurus.
“Cukup disayangkan organisasi sebesar Kadin di daerah kaya seperti Kutim belum memiliki sekretariat yang representatif. Ke depan, penataan organisasi adalah prioritas. Kita ingin Kadin berdiri dengan gagah, profesional, dan benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai wadah berhimpun pengusaha lokal,” tegas Angga.
Terkait proses pencalonan, ia memastikan seluruh persyaratan administrasi akan diikuti sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Panitia diharapkan bekerja secara kritis dan transparan dalam melakukan verifikasi berkas sebelum memasuki tahap pemilihan.
Dengan mengusung misi “Maju Bersama, Sejahtera Bersama”, Angga berharap Kadin Kutim dapat dipandang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional, mengingat kabupaten ini merupakan salah satu pusat perhatian investasi nasional di Kalimantan Timur (Kaltim).
Untuk diketahui, Panitia Musyawarah Kabupaten (Mukab) V Kadin Kutim yang terdiri dari Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) resmi menutup masa pendaftaran bakal calon ketua periode 2026-2031, Rabu (29/4/2026) tepat pukul 16.00 Wita menjelang sore. Hingga batas waktu yang ditentukan, terdapat tiga figur telah mengembalikan formulir pendaftaran dan siap memperebutkan tonggak kepemimpinan organisasi pengusaha tersebut. Ketiga nama tersebut adalah petahana Ahlang Edi, Sesthy S Bumbungan, dan Angga Redi Niata. Masuknya ketiga nama ini menandai babak baru dalam dinamika dunia usaha di Kutim.(Ltr1)

