TELUK PANDAN – Taman Desa Teluk Pandan di Kecamatan Teluk Pandan, mendadak memutih pada Kamis (2/4/2026) malam. Ribuan warga dengan busana muslim tampak menyemut di area terbuka tersebut, menciptakan pemandangan yang kontras dari biasanya. Mereka tidak hadir untuk sebuah keriuhan panggung hiburan, melainkan demi merawat kohesi sosial melalui tajuk Halalbihalal Pemerintah Desa Teluk Pandan.

Magnet utama malam itu adalah Ustaz Das’ad Latif. Pendakwah yang juga seorang akademisi dan penulis ini hadir membawa oase batin bagi masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah. Kehadirannya tidak hanya memikat warga, tetapi juga menyatukan unsur pimpinan daerah (Umara). Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, beserta jajaran lengkap Forkopimda tampak duduk bersahaja di antara ribuan jemaah.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa Halalbihalal bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran. Ia memandangnya sebagai instrumen vital untuk memperkuat struktur sosial dan ruang dialog yang setara antara pemimpin dan rakyat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya sampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Pertemuan ini adalah ruang silaturahmi yang sejuk, sebuah pengingat bahwa pembangunan batiniah warga sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik,” tutur Ardiansyah.

Bupati juga memberikan catatan khusus terhadap etos kerja Ustaz Das’ad Latif. Di balik gaya ceramahnya yang jenaka, tersimpan dedikasi luar biasa dalam menyiarkan pesan damai. Teluk Pandan merupakan lokasi dakwah ketiga sang ustaz dalam sehari, setelah sebelumnya mengisi jadwal di Samarinda dan Bontang.

“Malam ini beliau di Teluk Pandan, lalu harus segera kembali ke Balikpapan karena esok pagi sudah ditunggu jadwal di Surabaya, Palembang, hingga Jakarta. Energi ini adalah bentuk pengabdian yang patut kita teladani,” ungkap Bupati disambut takjub ribuan warga yang hadir.

Antusiasme warga yang bertahan hingga larut malam menjadi sinyal kuat adanya kerinduan akan siraman rohani yang berbobot. Bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kehadiran ribuan warga yang tertib menjadi bukti bahwa pendekatan spiritual masih menjadi jalan paling efektif dalam menyatukan masyarakat yang heterogen.

Puncak acara diisi dengan tausiah dari Ustaz Das’ad Latif. Dengan dialek Bugis yang khas dan lugas, ia membungkus pesan moral yang tajam dengan humor yang menyegarkan. Ia mengajak jemaah untuk menjaga ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) sebagai fondasi utama dalam mendukung kemajuan daerah.

Bagi warga Teluk Pandan, malam itu bukan sekadar mendengarkan ceramah, melainkan sebuah refleksi kolektif. Kehadiran para tokoh penting daerah di sebuah taman desa menjadi simbol bahwa keseimbangan batiniah adalah modal dasar bagi pengabdian yang lebih murni di masa depan.

Perjumpaan malam itu ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana sebuah desa kecil mampu menggerakkan semangat persatuan melalui jalur spiritualitas yang teduh.(Ltr1)